Kopi Menjadi Alternatif Lain Untuk Mengatasi Luka

Bandung, (29/12) Kehidupan manusia tidak pernah terhindar dari yang namanya kecelakaan. Apakah sifatnya kecelakaan yang mengancam nyawa atau bahkan kecelakaan yang sifatnya minor (kecil). Kecelakaan ini sangat mungkin dapat menimbulkan sebuah luka. Banyak sekali jenis luka yang sering kita temukan di kehidupan seperti luka terkena benda tumpul (misalnya terbentur, terpukul, atau mungkin terjatuh) dan luka benda tajam (misalnya tertusuk pisau, tertusuk jarum, dan lain-lain).
Luka, biasanya akan memakan waktu yang cukup lama dalam proses penyembuhannya. Seringkali kita sebagai manusia tidak biasa melihat luka yang terbuka. Jika luka dibiarkan terbuka ada kemungkinan terjadinya infeksi sekunder. Infeksi ini selain membuat penyembuhan luka menjadi semakin lama, infeksi ini juga akan menyebabkan rasa yang tidak enak dipandang dan dirasa oleh penderitanya.

Kebiasaan yang terjadi bila kita melihat luka khususnya luka yang terbuka, maka hal utama yang akan dilakukan adalah mengambil kotak P3K khususnya betadine dan mengoleskannya dibagian luka tersebut. Betadine yang kadang ditemukan dengan nama povidone iodine mempunyai kemampuan sebagai mircrobicide atau antiseptic yang bisa digunakan untuk membunuh kuman-kuman yang dapat menyerang daerah luka.
Betadine kerap digunakan sebagai first line use jika terdapat luka, karena kemampuannya yang dapat mencegah infeksi yang sebabkan oleh kuman-kuman. Maka dari itu, betadine dijadikan atau digolongkan obat-obatan pada pertolongan pertama.

Tahukah anda, sebenarnya jika suatu saat betadine ini tidak tersedia di kotak obat p3k kita, masih ada cara lain untuk menangani atau mencegah infeksi pada luka ?
Betadine bukan satu-satunya obat yang dapat mencegah infeksi pada luka yang terjadi pada suatu bagian tubuh kita. Ternyata hasil penelitian yang dilakukan oleh salah satu guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (UNPAD) sekaligus dokter ahli bedah pembuluh darah Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, menemukan dalam penelitiannya bahwa kopi bisa digunakan sebagai obat pencegah infeksi dan mempercepat pengeringan pada luka. Tidak hanya luka yang sifatnya karena goresan benda tajam, luka bakar, bahkan luka yang sudah terjadi infeksi pun masih bisa terobati dengan pemberian kopi.

Kopi bukan saja sebagai minuman yang digunakan untuk mengusir rasa kantuk saat bekerja dimalam hari. Namun kopi juga sangat efektif membasmi bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) yang sering dijumpai pada luka bernanah sebagaimana hal ini pernah diungkapkan oleh Prof. DR. Hendro S Yuwono MD, Ph.D dalam seminarnya.
Eksperimen yang dilakukan oleh Prof. DR. Hendro S Yuwono MD, Ph.D pada tikus dan marmot yang sengaja dilukai dengan cara dibakar, akan sedikit menunjukkan bahwa tikus yang diobati dengan kopi sementara marmot diobati dengan obat medis untuk luka bakar. Ternyata tikus dapat sembuh dengan baik tanpa ada perbedaan sedikitpun dengan marmot. “Tidak timbul infeksi atau efek samping lainnya,” papar Hendro yang mengaku tidak berniat untuk mematenkan hasil temuannya ini.
Bila dibandingkan dengan penggunaan Betadine, kopi ini tergolong hampir sama dari segi manfaatnya sebagai antiseptic dan mempercepat pengeringan pada luka. Hal ini terbukti dari perbandingan antara Povidone iodine 5% (larutan yang biasa dipakai sebagai bahan antiseptik) dengan Kopi, pada uji resistensi. Dan hasilnya povidone iodine 5% dapat menghambat pertumbuhan dengan diameter 25mm, sedangkan kopi 24mm. Dapat disimpulkan bahwa sebenarnya relatif sama dilihat dari segi manfaat dan efeknya.

Sifat kopi yang hampir menyerupai efek Betadine pada penyembuhan luka, membuat relatif lebih mungkin dipilih oleh masyarakat. Hanya saja pengetahuan tentang kopi ini belum tersosialisasi secara meluas ke semua komponen masyarakat khususnya Indonesia. Bila dibandingkan dengan harga betadine kopi tergolong obat yang bisa dikatakan lebih murah.
Menurut pemaparan Prof. DR. Hendro S Yuwono MD, Ph.D sampai saat ini belum ada efek samping yang terjadi pada penggunaan kopi sebagai terapi luka. Hanya saja, hasil yang dirasakan oleh penderita ketika kopi ditaburkan pada luka, akan terasa perih, karena ada komposisi asam didalam kopi yang menyebabkan rasa perih. Hal ini tidak menjadi kekhawatiran dalam pemberian kopi pada luka. Karena menurutnya, dalam keadaan perih sebenarnya zat-zat yang terkadung dalam kopi sedang terjadi proses reaksi yang menyebabkan kuman-kuman di sekitar luka menjadi mati.
Penggunaan kopi dalam penyembuhan luka sangat mudah, taburkan kopi pada bagian yang terluka dan biarkan mengering, jangan sampai terkena air. Karena jika terkena air akan membuat luka yang seharusnya cepat mengering menjadi sukar untuk mengering. Terlepas dari jenis kopi yang diteliti, semua jenis kopi yang ada bisa digunakan untuk penyembuhan luka.

Kesimpulannya, adalah jika anda terkena luka, kopi bisa menjadi alternatif yang baik dalam mengganti Betadine.

Novita Agustina Wulandari 092050112

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s